Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

HARI MINGGU BIASA XXIX/A/2017

Yes 45:1.4-6; 1 Tes 1:1-5b; Mat 22:15-21;

PENGANTAR
    Dalam Bacaan Kitab Suci kedua hari ini Paulus bersyukur dan bangga terhadap umat di Tesalonika, yang berkat iman mereka berbuat baik serta kepada sesama, khususnya dengan berbuat amal kepada sesama. Yesus dalam Injil Matius hari ini menegaskan, bahwa manusia harus bersikap dan berbuat dengan hormat, benar dan adil terhadap Allah dan terhadap sesama siapapun orangnya.

HOMILI
    Untuk membenarkan pendapat dan kepentingannya sendiri, yang bertentangan dengan ajaran Yesus, orang-orang Farisi memancing pendapat Yesus mengenai pajak, yang harus dibayar untuk Kaisar pemerintahan penjajahan Romawi. Pajak yang harus dibayar tersebut sebanyak jumlah penghasilan pekerjaan sehari. Kaum Farisi menentangnya. Maka mereka bertanya, apakah Yesus yang tampil dalam masyarakat sebagai seorang nabi membenarkan hukum pajak itu. Apabila Ia membenarkan pajak itu, maka itu bertentangan dengan peranan-Nya sebagai nabi. Tetapi apabila menolaknya, Ia akan dilaporkan melawan pemerintahan Romawi.

    Yesus tahu latar belakang pertanyaan kaum Farisi itu, yakni untuk menjatuhkan nama-Nya. Karena itu Ia minta mata uang yang berlaku di Palestina dan bertanya kepada mereka: "Gambar dan tulisan siapakah ini?" Ketika mereka menjawab : "Gambar dan tulisan kaisar", Yesus menyahut : "Berikanlah kepada kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah".

    Masalah tentang pembayaran pajak yang disampaikan kepada Yesus oleh kaum Farisi, dan jawaban yang diberikan oleh Yesus itu mempunyai latar belakang historis. Injil Matius ditulis sekitar tahun 80 - 90 sesudah Kristus. Tahun 70 Bait Allah diYerusalem dihancurkan pasukan Romawi. Akibatnya bangsa Yahudi harus membayar payak untuk restorasinya. Sementara itu mereka juga harus membayar pajak untuk Candi Yupiter Capitolinus di Roma. Di samping itu latar belakang politik tersebut, ada latar belakang lain yaitu sikap dasar kemunafikan kaum Farisi. Karena itu pertanyaan kaum Farisi dan jawaban Yesus harus ditafsirkan dengan memperhatikan kedua latar belakang tersebut.

    Pertanyaan Yesus tentang gambar dalam mata uang sebenarnya sangat mendalam. "Gambar siapakah pada mata uang itu?".Jawabannya: "Kaisar". Maka jawaban-Nya: berikanlah kepada kaisar yang merupakan haknya. Tetapi Yesus menambah pertanyaan yang lebih mendalam: "Gambaran dan berkat siapakah yang terdapat pada setiap manusia, termasuk kaisar? Maka jawaban yang benar ialah : "Gambaran kaisar yang harus mendatangkan berkat Allah". Maka berikanlah kepada Allah segalanya yang merupakan milik-Nya, yaitu seluruh dirimu, secara total dan tak terbagi-bagi! Kita ini sebenarnya menerima berkat hidup kita dari siapa? Dan kepada siapakah kita harus selalu bersyukur dan tetap setia?

    Tuhan memang memerintahkan agar umat-Nya mempersembahkan kepada-Nya segala-galanya, yang adalah milik-Nya. Namun Ia juga sekaligus menghendaki agar umat-Nya memberikan kepada kaisar atau pembesarnya, yang merupakan haknya. Dan selanjutnya Tuhan juga memerintahkan supaya memberikan kepada sesama manusia yang merupakan haknya. Pada dasarnya, pajak diadakan justru agar dapat diselenggarakan pelayanan bagi kepentingan umum dalam masyarakat. Tuhan menghendaki agar umat-Nya melaksanakan tuntutan-tuntutan keadilan dan perdamaian dalam hubungan sosial, yakni berbuat baik demi kepentingan umum. Dengan latar belakang itulah pajak pada dasarnya diadakan guna melayani kepentingan umum.

    Kita diingatkan akan ajaran Gereja dalam Konsili Vatikan II dalam dokumen "Gaudium et Spes", "Kegembiraan dan Harapan", sebagai berikut: "Kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan orang-orang zaman sekarang, terutama kaum miskin dan siapa saja yang menderita, merupakan kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan para murid Kristus juga". Perutusan atau misi Gereja harus sungguh dihayati secara nyata di bidang-bidang sosial. Di dalam wajah Gereja Kristus di zaman kita dewasa ini harus tercermin nilai otentik keyakinan kristiani akan kesamaan martabat, kebebasan dan solidaritas antar sesama manusia.

    Di samping hukum pajak yang berlaku dalam bidang jasmani, material, keuangan, ibaratnya dalam Gereja juga berlaku pajak di bidang rohani, spiritual atau secara batin. Artinya setiap orang yang menganggap dan merasa diri sebagai murid Kristus, akan merasa berhutang budi dan bersalah terhadap sesamanya yang membutuhkan pertolongan, namun tidak menolongnya.

    Perwartaan kabar gembira dan jaran Kristus tidak pernah lepas dari keadaan budaya, politik, sosial ekonomis zaman-Nya. Namun keprihatinan dan pelayanan sosial Yesus tidak pernah terpisahkan dari isi ajaran yang diwartakan-Nya. Gambar kaisar dicetak pada mata uang, yang harus dikembalikan kepadanya. Namun, di dalam hati manusia, di situlah tercetak gambaran Allah, yang membimbing hidup kita. Allah sendiri telah mencetak diri-Nya di dalam diri kita. Dalam hati kita itulah Allah mengutus kita meneruskan gambaran diri Allah yang mahabaik dan maharahim itu kepada semua orang. Itulah tugas kita sebagai Gereja Kristus yang sesungguhnya.

    Dapat dan bersediakah kita menampakkan gambar Tuhan, yang tercetak dalam hati kita melalui kehidupan, sikap, perbuatan disertai rasa hormat, benar dan adil terhadap Allah, namun juga terhadap sesama kita?

 

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/