Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

HARI MINGGU BIASA XXI/A/2017

Yer 22:19-23; Rom 11:33-36; Mat 16:13-20;

PENGANTAR
    Dalam Injil Matius hari ini Yesus berkata: "Engkau adalah Petrus,dan di atas baru karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku...! Petrus kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Surga!" (Mat 16:18-19). Pemberitahuan oleh Allah bahwa Yesus aalah Almasih atau Mesias sebagai Anak Allah, hanya ditujukan kepada Simon Petrua (ay.17). Ia menjadi batu karang, di mana Yesus mendirikan jemaat atau Gereja-Nya (ay.18). Petrus adalah murid-Nya, yang otoritasnya di dalam Gereja diakui dan diteguhkan di surga olehAllah (ay. 19).

HOMILI
    Menjawab pertanyaan Yesus tentang siapakah Dia sebenarnya, jawaban orang : Ia adalah Elia atau Yeremia. Dua nabi itudi zaman mereka menghadapi kekuatan lawan yang besardan kuat. Namun kedua nabi itu kuat dan berani: Elia sebagai tokoh yang tegas, tabah dan keras juga. Yeremia menempuh jalan sikap batin, meskipun tidak kurang semangatnya.

    Ketika Yesus bertanya secara kritis kepada Petrus: "Siapakah Aku ini?", Petrus menjawab: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup". Jawaban Petrus itu pada dasarnya merupakan pengakuan akan mutlak pentingnya tujuan kedatanganYesus. Pada jawabannya: "Engkau adalah Mesias" ditambahkan "Engkau adalah Anak Allah yang hidup!" Itu berarti : tidak ada Mesias lain!

    Itulah yang ditegaskan dan dipastikan oleh Yesus, yang berkata: "Bukan manusia yang mengatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di surga" (ay. 17). Dalam teks asli, baik bahasa Yunani maupun Latin) tidak ditulis "manusia", melainkan "daging dan darah", yang menurut bahasa Semitis berarti manusia. Yesus mau menegaskan bahwa jatidiri atau identitas-Nya, yang sebenarnya seperti dikatakan oleh Petrus, bukanlah hasil pengetahuan manusia melainkan adalah wahyu atau pemberitahuan oleh Allah. Identitas Yesus yang sebenarnya atau otentik hanya mungkin diketahui oleh Petrus, sebab Allah sendirilah yang mengatakannya kepadanya.

    Selanjutnya Yesus juga mengatakan identitas Petrus yang baru ini, "Engkau adalah Petrus,dan di atas batu karang ini akan Kudirikan jemaat-Ku" (ay. 18). Istilah "batu karang" aslinya dalam bahasa Semit berarti "kepa",bahasa Yunani "kephas", sehingga Paulus dalam surat-suratnya selalu menyebut Petrus selalu "Kefas" (lih. 1 Kor 1:12; 3:22; 9:5; 15:4; Gal 1:18; 2:9.11.14. Kecuali dalam Gal 2:7-8: Petrus dari kata Yunani Petros). Di atas Petrus murid-Nya inilah Yesus akan membangun Gereja-Nya (bahasa Yunani "ekklesia") atau jemaat-Nya. Gereja atau jemaat, yang dimaksudkan Yesus adalah orang-orang yang disatukan oleh Yesus menjadi kelompok atau persekutuan atau komunitas bagaikan sebuah bangunan/gedung, di mana Petrus adalah landasan atau dasarnya yang kokoh. Fungsi yang diberikan Yesus kepada Petrus ialah keberadaannya sebagai saksi hidup, bahwa Yesus adalah Mesias, Putera Allah yang hidup.

    Yesus memberikan kunci Kerajaan Surga (ay. 19). Gambaran tentang kunci itu diambil dari Bacaan pertama (Yesaya), yaitu kunci untuk menutup dan membuka rumah Daud. Sebab Daudlah yang berhak menggunakan kunci itu. Yesus menegaskan kepada Petrus: "Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Surga. Apa saja yang Kauikat di dunia ini akan terikat di surga, dan apa saja yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di surga" (ay. 19). Gereja adalah perwujudan Kerajaan Allah, yang diwartakan Yesus, tetapi Gereja masih berada dalam perjalanan menuju Kerajaan Allah, tetapi kunci untuk memasukinya itu sudah tersedia!

    Perjuangan untuk sungguh mengenal identitas Yesus dan peranan-Nya sebagai Mesias sekarang pun masih berlangsung. Ada orang-orang yang berpendapat bahwa Gereja sebagai keseluruhan atau dalam diri anggota-anggotanya secara perorangan harus tampil seperti nabi Elia, berkonfrontasi dengan pelbagai sistem atau gerakan maupun sebagai institusi, yang bertentangan dengan ajaran Kristus. Ada juga yang menempuh jalan nabi Yeremias, yaitu menanggapi situasi dan kondisi masyarakat hanya secara pribadi saja. Memang dengan keyakinan kepercayaan atau iman, tetapi tidak terjun dan tampil bersama di depan umum. Ternyata Yesus mengatasi kedua pilihan atau sikap dasar itu!

    Yesus bertanya : "Siapakah Aku ini menurut kamu?" Dan jawaban Petrus jelas: "Engkau adalah Mesias!" Ini adalah ungkapan keyakinan dan sikap dasar manusia, yang sungguh-sungguh! Jauh mengatasi Elia maupun Yeremias! Sebagai Mesias Yesus memasuki masyarakat, bukan hanya dari luar! Yesus adalah Mesias untuk semua orang maupun setiap orang secara pribadi. Bagi keseluruhan, secara bersama maupun secara perorangan, peranan Yesus sebagai Mesias sama-sama berlaku! Kesungguhan pengakuan kita akan identitas Yesus sebagai Mesias tergantung dari kesediaan kita untuk mengikuti kasih Yesus sebagai Mesias, dan menjadi murid-Nya sejati, baik secara perorangan maupun secara bersama.

    Pesan Injil Matius hari ini ialah, bahwa kita bukan hanya sekadar mengetahui bahwa Yesus adalah Mesias, tetapi lebih menginsafi dan menyadarinya. Kesadaran bahwa Yesus adalah Mesias seperti dinyatakan oleh Petrus, harfus menjadi pegangan kita sebagai umat kristiani sejati, agar dapat hidup bersikap dan berbuat menurut ajaran dan teladan Yesus sendiri.

 

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/