Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

HARI MINGGU BIASA XVIII/B/2018

Kel 16:2-4.12-15; Ef 4:17.20-24; Yoh 6:24-35;

PENGANTAR
    Hari ini bacaan pertama Kitab Suci menggambarkan bagaimana keadaan bangsa Israel, yang dibebaskan dari Mesir, dalam pengalamannya di padang gurun. Mereka merasa sangat kecewa dan mengeluh karena kekurangan roti makanan. Ketika masih berada di Mesir makanan mereka berlimpah. Tetapi menghadapi situasi itu Allah dengan perantaraan Musa menurunkan roti bagaikan hujan dari langit. Dalam Perjanjian Baru menurut Injil Yohanes hari ini kita menerima peneguhan dari Yesus, bahwa barangsiapa percaya kepada-Nya, tidak akan lapar lagi, sebab kita menerima roti dari surga yang tidak akan musnah.

HOMILI
    Hari Minggu yang lalu Yohanes juga sudah berceritera tentang mukjizat perbanyakan roti. Hari ini Yesus berkata : "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang. Bekerjalah, bukan untuk makanan yang dapat binasa, melainkan untuk makanan, yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu" (Yoh 6:26-27).

    Mendengar itu maka orang-orang bertanya: "Apakah yang harus kami perbuat supaya kami melakukan pekerjaan yang dikehendaki Allah?" (ay.28). Yesus menjawab : "Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia, yang telah diutus Allah" (ay.29). Dengan demikian Yesus mengajak setiap orang supaya percaya kepada Anak Manusia, yaitu Yesus, sebagai pemberi roti yang tidak akan punah. Tanpa iman atau kepercayaan kepada Dia, yang diutus oleh Bapa orang tidak akan mampu mengakui dan menerima anugerah yang begitu berharga dan tidak akan musnah.

    Patut kita perhatikan, bahwa perbanyakan roti yang telah disaksikan sebelumnya ternyata tidak mampu menimbulkan iman yang diharapkan oleh Yesus. Mereka minta tanda baru lagi, seperti dahulu juga diharapkan oleh nenek moyang mereka, yaitu makanan manna ketika mereka berada di padang gurun. Padahal Yesus menghendaki agar mereka bukan hanya minta lagi roti makanan sehari-hari untuk menghilangkan rasa lapar, melainkan roti jenis lain, yaitu roti dari surga. Bukan roti seperti yang diberikan oleh Musa di padang gurun, melainkan roti dari Allah di surga (Yoh 6:32-33).

    Dalam diri setiap orang selalu ada rasa lapar fisik atau jasmani, tetapi juga ada rasa lapar lain, yang bersifat rohani dan tidak dapat dipenuhi dengan makanan biasa. Manusia juga punya kelaparan akan kehidupan yang kekal, kelaparan akan Allah. Baik manna yang dimakan oleh nenek moyang bangsa Israel di padang gunung, maupun roti yang diperbanyak oleh Yesus merupakan suatu tanda kebutuhan seorang Almasih, yaitu kedatangan Kristus, yang akan memenuhi rasa lapar manusia akan hidup abadi. Dalam arti inilah maka Yesus berkata : "Aku adalah roti hidup! Barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barang-siapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi" (Yoh 6:35).

    Injil Yohanes hari ini minta perhatian kita ini, yaitu bahwa Yesus tampil, berbicara dan berbuat bukanlah sebagai Musa ataupun nabi lain. Yesus bukan hanya memberi roti untuk menghilangkan rasa lapar sementara. Ia memberikan kepada kita Roti Sabda Abadi. Roti Sabda-Nya ini tidak akan musnah, dan selalu tersedia untuk selamanya. Roti dan Sabda Yesus itu adalah satu, yaitu Diri-Nya sendiri! Yesus bersabda tentang roti hidup, dan roti itu tak lain tak bukan adalah Diri-nya sendiri!

    Berkali-kali dengan kata-kata ini Yesus mengundang kita untuk : "datang kepada-Nya" (Yoh 6:35.37), "percaya kepada-Nya" (ay.40), "datang kepada-Ku" (ay.44-45). Ucapan-ucapan Yesus itu mengundang kita supaya kita menanggapinya secara aktif dengan iman kepercayaan kita. Sabda-Nya selalu merupakan suatu santapan yang kita perlukan untuk menghidupkan iman kita! Hanya dengan iman serupa itu akan terwujudlah kata-kata Yesus ini : "Akulah roti hidup! Barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi" (Yoh 6:35).

    Kita harus berusaha, agar kemampuan kita untuk percaya akan hal-hal yang tampak, jangan sampai menghalangi kita untuk juga menaruh iman kepercayaan juga akan misteri atau hal-hal rahasia yang tidak tampak. Hal in bukan hanya dialami orang-orang di zaman Yesus, tetapi sekarang pun demikian, lebih-lebih berlaku untuk orang-orang modern dewasa ini. Kemampuan dan kemajuan duniawi luarbiasa yang tampak sekarang ini menghambat perhatian dan kepercayaan kita akan hal-hal yang tidak tampak. Kemajuan luarbiasa sekarang ini tidak mempermudah orang-orang modern untuk membawa mereka kepada iman akan hal-hal yang nyata namun tidak kelihatan. Karena itu kecenderungan orang beriman modern ialah: lebih suka ibadat seremonial, meriah, dengan waktu sependek mungkin. Kurang senang akan ibadat yang lebih tenang, mendalam, sungguh religius dan membuka hati terhadap sabda Allah. Orang cenderung tertarik kepada kebutuhan dan kepentingan jasmani dan duniawi daripada kebutuhan rohani dan ilahi.

    Apakah pesan Injil Yohanes hari ini bagi kita? Kita diajak bertanya kepada diri kita masing-masing. Apakah sebenarnya makna hidup keagamaanku sebagai umat kristiani? Apakah makna kehadiran Yesus dalam Ekaristi sebagai roti hidup di dalam hidupku sebagai orang beriman? Apakah Ekaristi yang kuterima sebagai roti hidup itu mengubah sikap dan arah hidupku kepada Tuhan maupun kepada sesamaku? Apakah penerimaan Ekaristi membuat hidupku sebagai ungkapan rasa terima kasih kepada Tuhan dan kepada sesama? Semoga Ekaristi, sebagai Roti Hidup, yang kita terima dapat sungguh membuat kita menjadi orang kristiani sebagai murid Kristus sejati.

 

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/