Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

HARI MINGGU BIASA XIII/B/2018

Keb 1:13-15; 2:23-24; 2 Kor 8:7.9.13-15; Mark 5:21-43;

PENGANTAR
    Hari ini Injil Markus berceritera tentang Yesus ,yang menyembuhkan seorang perempuan, yang sudah duabelas tahun menderita pendarahan. Juga membangkitkan kematian seorang anak dari Yairus, seorang kepala rumah ibadat. Kekuasaan Yesus untuk mengadakan mukjizat apapun bentuknya, pada dasarnya sangat erat hubungannya dengan peranan kepercayaan kita kepada Yesus, yaitu di dalam melaksanakan hidup kita secara pribadi, maupun dalam hubungan kita dengan sesama. Hubungan kita dengan Yesus bukan sekadar merupakan suatu iman yang formal-resmi-teoretis, melainkan iman yang harus kita hayati secara benar dan menjiwai segenap hidup kita.

HOMILI
    Mukjizat penyembuhan pendarahan seorang perempuan selama 12 tahun itu dalam Perjanjian Baru diceriterakan dalam tiga Injil, oleh Markus (5:21-43), Matius (9:20-22) dan Lukas (8:43-48). Di dalam hukum Perjanjian Lama tertulis : "Semua orang yang sakit kusta, semua orang yang mengeluarkan lelehan, dan semua orang yang najis oleh mayat disuruh meninggalkan tempat perkemahan" (Bil 5:2-4).

    1. Orang perempuan yang disebut dalam Injil itu menderita penyakit yang resmi najis (Im 15:25-27). Ia tersingkir dari hubungan dengan masyarakat maupun dengan ibadat di bait Allah. Perempuan ini sangat berharap disembuhkan oleh Yesus, meskipun ia tahu bahwa akibatnya ialah bahwa ternyataYesus pun akan dianggap menjadi najis menurut hukum. Bukan hanya orang yang terkena penyakit itu menjadi najis, melainkan siapapun yang berhubungan dengan penyakit itu juga menjadi najis. Ia diasingkan dari pergaulan dengan sesama manusia, bahkan juga dalam hubungannya dengan Allah. Apa saja yang tidak bersih atau najis tidak pantas berada di hadapan Allah, sebab Allah adalah kudus. Maka siapapun yang kotor, tidak murni, najis, harus mengalami suatu pembersihan, pemurnian, agar dapat memasuki masyarakat dan berhadapan lagi dengan Allah.

    2. Sementara itu banyak pemimpin rumah ibadat Yahudi curiga dan menentang Yesus, sebab Yesus memegang tangan anak itu dan berkata kepadanya dengan ucapan "Talita kum", artinya "Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah!". Anak itu bangkit berdiri dan berjalan. Dengan berkata dan menyapa "Hai anak", Yesus mengadakan dan memperkuat hubungan-Nya dengan anak itu seperti yang dilakukan oleh Yairus sendiri terhadap anaknya itu.

    3. Dalam kedua peristiwa itu, yakni penyembuhan perempuan yang menderita pendarahan dan pembangkitan anak perempuan Yairus yang mati, Yesus yang sungguh suci itu menyingkirkan kenajisan / kekotoran manusia. Perempuan dewasa itu disembuhkan, anak perempuan kecil yang mati dihidupkan kembali. Yesus mengembalikan dan mengangkat kembali setiap pribadi kepada tingkat aslinya, yaitu sebagai pribadi yang hidup layak sesuai dengan keadaan masing-masing pribadi yang di hadapan Allah.

    4. Di zaman kita sekarang ini kota-kota besar sepintas lalu tampak makin maju, modern, terus dibangun gedung-gedung megah. Didirikan daerah kediaman yang mewah, dengan jalan-jalan penuh kendaraan aneka model. Inilah sepintas lalu suatu fakta kemjauan luarbiasa zaman kita. Tetapi banyak masih banyak sesama warganegara kita masih hidup dalam kondisi kehidupan yang tidak layak. Ibaratnya, keinginan apalagi sebenarnya keharusan bangsa kita untuk memperbaiki kehidupan seluruh warganya dikalahkan dengan kerinduan untuk makin memuliakan dan menikmati hidupnya yang lebih mewah. Menurut ajaran Kristus semua orang adalah semartabat sebagai saudara kita di depan Allah. "Anak kecil perempuan itu" yang disebut Yesus, adalah juga gambaran banyak kaum muda, yang sekarang ini belum terjamin haknya untuk bersekolah dan dididik secara wajar. Banyak yang menghadapi arus penyakit narkoba, dan banyak pula yang tidak mempunyai harapan akan masa depan yang pasti.

    5. Memperhatikan semuanya itu bila kita sungguh ingin hidup sebagai orang beriman sejati, kita harus memiliki iman sekuat iman perempuan yang menderita itu,dan keyakinan iman seperti Yairus. Kita meskipun sudah dibaptis hanya akan sungguh beriman, apabila kita hidup, bersikap dan berbuat sesuai dengan iman kita. Tanda iman akan Kristus yang benar ialah berani mohon apapun kepada-Nya, tetapi juga mau dan rela melakukan apapun sesuai dengan kehendak-Nya, bukan menurut keinginan kita sendiri.

 

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/