Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

HARI MINGGU BIASA III/C/2019

Neh 8:3-5a.6-7.9-11; 1 Kor 12:12-30; Luk 1:1-4; 4:14-21;

PENGANTAR
    Dalam Bacaan pertama Kitab Suci Nehemia berseru : "Jangan bersusah hati, tetapi bersukacitalah karena Tuhan, sebab sukacita karena Tuhanlah perlindunganmu!" Dan Paulus dalam Bacaan kedua mengingatkan kita, bahwa kita semua ini bersatu dalam Kristus : "Kamu semua adalah tubuh Kristus, dan masing-masing adalah anggotanya". Akhirnya dalam Injil Lukas Yesus berkata : "Aku diutus memberitahukan, bahwa tahun rahmat telah datang."

HOMILI
    Sangat menarik dan patut diperhatikan bagaimana Lukas dalam Injilnya berceritera tentang Yesus. Ternyata Yesus baru tampil di depan umum untuk melaksanakan tugas perutusan-Nya sesudah dicobai Iblis dahulu di padang gurun! Yesus mengalami percobaan dan godaan, tetapi Ia mampu mengatasinya. Yesus yang lurus, tulus dan jujur hati-Nya itulah yang dapat memperkenalkan diri sebagai Almasih atau Penyelamat kepada masyarakat-Nya di Nasaret.

    Menurut Yesaya Almasih datang untuk memberikan kabar baik kepada orang miskin, pembebasan kepada orang tawanan,penglihatan kepada orang buta, pmbebasan kepada orang tertindas (lih. Yes 61:1-2). Itulah tujuan kedatangan Almasih. Dan Yesus menegaskan, bahwa "tahun rahmat Tuhan itu telah datang!".Apakah artinya bahwa "Tahun rahmat Tuhan itu telah datang"? Dalam bahasa Injil lazimlah dipakai istilah "Kerajaan Allah sudah datang".

    Kedua istilah itu (Rahmat Allah dan Kerajaan Allah) artinya sama. Yaitu bahwa Yesus Almasih sudah datang, bahwa Ia sudah menebus dan menyelamatkan dunia ini. Dan Ia juga telah mendirikan Gereja-Nya untuk melanjutkan pemberian rahmat dan meneruskan Kerajaan-Nya, yang telah dimulai dengan kedatangan Yesus sebagai Almasih, namun belum selalu serba jelas. Mengapa demikian, apa gerangan sebabnya?

    Keadaan dunia kita dahulu maupun sekarang ini, membuktikan bahwa rahmat Allah dan Kerajaan Allah itu memang tidak dapat dipahami atau disamakan dengan kenyataan dan hal-hal duniawi yang materiil dan serba tampak. Yesus berkata : "Pada hari ini genaplah nas tadi sewaktu kamu mendengarkannya". Dengan mengatakannya itu Yesus mengakui diri-Nya sebagai "Dia Yang Diurapi" atau sebagai Almasih.

    Tetapi pengertian atau daya tangkap orang-orang Yahudi sezaman-Nya tentang Almasih sangat berlainan! Perubahan keadaan dunia ini sebagai Kerajaan Allah mereka gambarkan terjadi sebagai Kerajaan Allah yang terjadi secara langsung. Dunia ini dengan kedatangan Alamsih akan langsung aman, damai sejahtera, tidak ada lagi perpecahan, permusuhan dan belas dendam.

    Padahal Yesus sebenarnya datang mewartakan, melaksanakan dan mendirikan kerajaan rohani atau spirituil, bukan jasmani atau materiil. Karena itu baik 20 abad yang lalu maupun di zaman kita sekarang ini, kerajaan Allah menurut gambaran materialistis belum juga tampak nyata. – Inilah yang disebut ketegangan penghayatan iman atau kepercayaan, yang harus kita miliki dan hayati sebagai orang beriman kristiani.Yaitu adanya ketegangan mengenai Kerajaan Allah yang sudah ada dan yang belum ada.

    Kerajaan Allah ada dalam diri Yesus Kristus, dalam pewartaan-Nya, dalam bukti karya penyelamatan-Nya, yang disertai dengan bukti-bukti nyata, seperti penyembuhan orang sakit, memberi makan dan minum kepada orang yang lapar dan haus, mengusir roh jahat atau setan, bahkan juga membangkitkan kembali orang mati.

    Memang kita tidak tahu, dan Yesus sendiri pun mengatakan, bahwa Ia tidak tahu, berapa lamanya masa ketegangan, yang harus kita alami dalam waktu antara "sudah adanya" dan "belum adanya" kepenuhan penyelenggaraan "Rahmat Allah" dan "Kerajaan Allah", yang kini sudah selama duapuluh abad tengah berlangsung.

    Dengan latar belakang inilah Injil Lukas pada hari ini ingin mengingatkan kita serta menegaskan, bahwa :

1. Iman kita kepada Yesus bukanlah sekadar suatu pengetahuan atau ilmu, melainkan suatu keyakinan, bukan suatu paksaan, bahwa Yesus adalah Almasih atau Penyelamat kita, seperti dibuktikan-Nya lewat ajaran, hidup, sikap dan perbuatan-Nya.

2. Keselamatan kita sudah dimulai, memang belum sepenuhnya, namun sudah pasti. Tetapi untuk dapat diselematkan, kita harus terus menerus mempersiapkan diri secara sungguh-sungguh, bukan hanya secara ikut-ikutan saja. Iman kita harus selalu diuji kesungguhannya.

3. Bukan hanya secara fisik, jasmani, materiil, tetapi juga dan terutama secara rohani, spirituil dan batiniah, kita harus tahu dan mau merasakan, seperti disebut oleh Yesus, bahwa kita ini di hadapan Allah adalah miskin, tawanan, buta, tertindas, baik rohaniah ataupun jasmaniah! Hanya orang yang merasakan kekurangannya itulah yang akan diselamatkan, artinya menerima Rahmat Allah dan memasuki Kerajaan Allah.

    

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/