Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

HARI MINGGU ADVEN I/B/2017

Yes 63:16b-17; 64:1:3b-8; 1 Kor 1:3-9; Mrk 13:33-37;

PENGANTAR
    Hari ini kita memasuki Masa Adven, sebagai suatu kesempatan untuk memahami makna Pesta Natal, yakni kelahiran Yesus Kristus Penyelamat kita. Dalam Injil Markus Bab 13 Yesus berbicara tentang kota Yerusalem, yang akan runtuh, dan juga tentang akhir dunia. Seperti Yerusalem kota kebanggaan Israel dengan kenisahnya akan hancur, meskipun tak diketahui kapan akan terjadi, begitu pula saat akhir hidup kita masing-masing dan akhir dunia seluruhnya yang akan datang tiba-tiba secara tak terduga. Yesus berpesan agar segenap murid-Nya selalu dijumpai dalam keadaan siap sedia.

HOMILI
    Adven (adventus) adalah kedatangan Tuhan, baik kedatangan-Nya pertama yang dirayakan pada Hari Natal, maupun kedatangan-Nya kedua pada akhir zaman, yang dimulai dengan akhir hidup kita.

    Kita tidak tahu kapan dunia kita ini akan berakhir, bahkan akhir hidup kita masing-masing pun tidak kita ketahui. Ada orang cerdik pandai atau orang yang berpengalaman mencoba memperhitungkan atau berspekulasi tentang masa depan hidupnya, bahkan ingin mengetahui kemungkinan waktu berakhirnya dunia kita. Sungguh mungkinkah pengetahuan itu? Tetapi sebenarnya lebih baik kita ini bertanya kepada diri kita sendiri, apakah yang paling penting bagi kita untuk hidup kita sekarang ini? Sebab hidup kita terbatas dan akhir berakhir. Karena itu apa yang harus kita ketahui dengan pasti dan harus kita lakukan?

    Hal yang perlu kita ketahui dan kita sadari secara pasti ialah, bahwa kita ini sewaktu-waktu dapat dipanggil Tuhan. Dan pada saat kematian itu kita akan menghadap Allah sebagai hakim. Kita harus mempertanggung-jawabkan tingkah laku dan seluruh perbuatan dan hidup kita. Dalam Injil hari ini Yesus berkata : "Berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu bilamana tuan rumah itu pulang : menjelang malam atau tengah malam, atau larut malam atau pagi-pagi buta. Berjaga-jagalah!"

    Sebenarnya setiap orang yang sungguh beriman tidak perlu takut. Paulus mengatakan kepada umat di Korintus : "Kamu tidak kekurangan dalam suatu karunia pun sementara kita menantikan penyataan Tuhan kita Yesus Kristus". Orang yang sungguh beriman dapat selalu berpegang teguh pada kebijakan kristiani. Sikap kristiani yang paling bijak ialah sikap selalu berwaspada! Apabila kita dalam keadaan apapun selalu siap, maka kita sungguh tidak perlu takut akan kedatangan Tuhan, yaitu pada saat kita harus menghadap Dia.

    Masa Adven ini adalah masa persiapan untuk menyambut kedatangan Yesus Kristus Penyelamat kita. Suatu masa yang tepat untuk membaharui sikap waspada. Paulus bersyukur dan bergembira bahwa orang-orang di Korintus telah bertobat dan menjadi orang kristiani. Mereka menerima Kristus, dan juga sebagai orang kristiani mereka menerima Kristus seperti Penyelamat. Kita diajak oleh Paulus untuk hidup sesuai dengan ajaran Yesus. Seperti dianjurkan oleh Paulus kepada umat di Korintus kita tidak perlu takut akan kedatangan Kristus, bila kita dipanggil-Nya, justru sebaliknya mereka malahan merindukan kedatangan-Nya dalam bentuk apapun, penuh dengan harapan. Mereka percaya dan yakin bahwa Allah, yang telah mengutus Kristus sebagai Penyelamat adalah setia selalu.

    Apakah kita sebagai orang yang beriman kristiani sungguh rela untuk hidup dan berbuat menurut ajaran Kristus, atau menurut ajaran agama katolik, sebagai balasan kasih kita kepada Allah, yang telah mau menerima kita sebagai anak-anak-Nya seperti Ia telah menerima Kristus? Ataukah sebaliknya, yaitu bahwa kita justru mengalami dan menghayati ajaran Kristus dalam hidup kita sekarang ini sebagai orang kristiani sebagai beban? Bagaimanakah sikap, pikiran, perbuatan dan hidup kita, bila kita bercermin pada sikap, hidup dan perbuatan Yesus sebagai ungkapan kasih Allah tanpa batas kepada kita?

    Marilah dalam masa Adven ini kita membaharui sikap waspada dalam menghayati hidup kita. Kita meninjau kembali hidup kita, menyesali segala kesalahan dan kelemahan bahkan dosa kita. Rela mohon ampun atasnya dalam sakramen tobat, dan bertekad memberi orientasi baru di dalam hidup kita, terutama dalam hubungan kita dengan sesama. Justru hubungan dan sikap yang baik terhadap sesama merupakan bukti kasih dan hubungan kita dengan Tuhan. Tiada kasih kepada Allah tanpa kasih kepada sesama. Sikap inilah yang dibutuhkan untuk memiliki sikap waspada, apabila Tuhan datang memanggil kita. Amin.

 

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/