Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

MINGGU BIASA XXIX/A/2011

Yes 45:1,4-6 1Tes 1:1-5b Mat 22:15-21

PENGANTAR

Dalam Injil Hari Minggu yang lalu, dengan suatu perumpamaan Yesus menggambarkan orang-orang yang menolak undangan ke pesta nikah, yang sebenarnya adalah undangan untuk bertobat lahir batin supaya diselamatkan . Dalam Injil hari ini Yesus berbicara bukan lewat perumpamaan, melainkan dengan memberi penegasan tentang ajaran dan sikap dasar manusia terhadap Allah dan terhadap manusia, baik orang itu raja atau orang rakyat belaka, yaitu sikap hormat, benar dan adil.

 

HOMILI

Ada pertanyaan pancingan kepada Yesus: "Bolehkah membayar pajak kepada kaisar atau tidak?". Selama pendudukan Romawi di Palestina setiap orang berusia 12-65 tahun harus membayar pajak, sebanyak jumlah peng-hasilan sehari. Inilah yang ditentang oleh kaum Farisi. Pancingan kaum Farisi ialah: kalau Yesus membenarkan pajak, Ia akan kehilangan nama dan peranan-Nya sebagai nabi. Sedangkan bila Yesus menentang pembayaran pajak, Ia akan dapat dilaporkan sebagai musuh pemerintahan Romawi. Ketika mereka membawa mata uang yang berlaku, Ia bertanya gambar siapakah terdapat dalam mata uang itu. Dan jawaban Yesus pendek dan kena: "Berikanlah kepada kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah". Tetapi kepada keduanya itu, Allah dan kaisar, kaum Farisi itu tidak mau melakukannya! Latar belakang pertanyaan orang-orang Farisi itu adalah kemunafikan ! Karena itu Yesus secara tegas menempatkan ma-salah itu pada tempatnya yang benar dan adil. Yesus tidak mau membahayakan integritas dan kejujuran, kelurusan hati dan keadilan. Ia tidak mau berkompromi dengan penipuan atau kebohongan.

Di depan kita tampak dua gambaran: yaitu tentang kaisar dan tentang Allah. Untuk gambar pertama Yesus bertanya: "Gambar siapakah pada mata uang itu?" . Jawabannya: "Kaisar". Maka berikanlah kepada kaisar yang merupakan haknya. Tetapi Yesus menambahkan pertanyaan yang lebih mendalam: Gambaran dan berkat siapakah yang terdapat pada setiap manusia? Jawabannya sederhana: Gambaran dan berkat Allah . Maka berikanlah kepada Allah yang merupakan milik-Nya, yaitu seluruh dirimu, secara total dan tak terbagi-bagi!

Kita ini sebenarnya menerima berkat hidup kita dari siapa, dan kepada siapakah kita harus bersyukur dan selalu setia? Apakah kepada Allah? Apa-bila demikian, apakah pelayanan kita kepada Allah dan kepada kaisar wajar, cocok, harmonis? Ataukah ada kompetisi atau pertandingan loyalitas atau kesetiaan yang timbul dari perbedaan penilaian makna dari kedua berkat itu? Padahal sebenarnya Allah memerintahkan supaya kita bukan hanya mempersembahkan kepada Allah segala-galanya, yang memang adalah milik-Nya, tetapi juga kepada kaisar apa yang adalah milik kaisar. Artinya harus menghayati sepenuhnya tuntutan-tuntutan keadilan dan damai dalam hubungan sosial kita dengan sesama, dan berbuat baik demi kepentingan umum. Pada dasarnya, pajak diadakan untuk melayani kepentingan umum.

Dalam dokumen Gereja dari Konsili Vatikan II yang berjudul "Gaudium et Spes", "Kegembiraan dan Harapan", tertulis: "Kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan orang-orang zaman sekarang, terutama kaum miskin dan siapa saja yang menderita, merupakan kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan para murid Kristus juga". Ditekankan bahwa perutusan/misi Gereja harus sungguh dihayati nyata di bidang-bidang sosial . Humanisme kristiani sejati , yang terungkap di dalam ajaran sosial Gereja, diolah oleh Paus Paulus VI, Beato Yohanes Paulus II dan sekarang oleh Benediktus XVI. Kesamaan martabat, kebebasan dan solidaritas antar manusia harus tercermin di dalam wajah Gereja Kristus di zaman kita sekarang ini, bila ingin tampil dan dinilai otentik oleh masyarakat. Integritas kehidupan dan pelayanan kristiani sosial sejati adalah tugas seluruh Gereja, bukan hanya tugas perorangan yang baik budi dan hatinya, bukan hanya dilakukan oleh sekelompok umat, melainkan tugas Gereja seluruhnya. Pewartaan kabar gembira dan ajaran Yesus tidak pernah lepas dari keadaan budaya, politik, etnis, sosial ekonomis zaman-Nya. Kepri-hatinan dan pelayanan sosial Yesus tidak pernah boleh terpisahkan dari isi ajaran Injil yang diwartakan-Nya.

Gambar kaisar dicetak pada mata uang, yang harus dikembalikan kepadanya. Tetapi di dalam hati manusia, di situlah dicetak gambar Allah, yang membimbing hidup kita. Allah telah mencetak diri-Nya dalam hati kita dan mengutus kita meneruskan-Nya kepada semua orang. Itulah Kristus! Itulah Gereja-Nya!

Dapatkah sesama kita menemukan dan melihat gambar Tuhan, yang tercetak dalam hati kita melalui kehidupan, sikap dan perbuatan-perbuatan kita, yang hormat, benar dan adil terhadap Allah dan terhadap sesama kita?

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/