Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

HARI RAYA PENAMPAKAN TUHAN /B/2020

Yes 60:1-6  Ef 3:2-3a.5-6  Mat 2:1-12

PENGANTAR
    Injil Matius hari ini berceritera tentang orang-orang majus, atau orang-orang bijak yang datang dari jauh untuk menyampaikan penghormatan kepada Raja, yang baru dilahirkan, meskipun bukan raja di negeri mereka sendiri. Mereka datang dari Timur, yaitu daerah yang dahulu disebut Babilonia dan Persia Utara, sekarang adalah Irak dan Iran Utara.
    Marilah kita berusaha menangkap pesan yang disampaikan dalam Injil Matius hari ini, bersama dengan InJil Lukas, yang berceritera tentang kedatangan gembala-gembala untuk menyaksikan kelahiran Yesus di Betlehem. Kedua Injil ini (Mat dan Luk) berceritera tentang penampakan diri Allah (epiphania Dei). Masing-masing menggunakan bahasa pewartaan atau melaksanakan komunikasi iman secara berbeda, namun sebenarnya mempunyai tujuan yang sama.

HOMILI
    Injil atau Kabar Gembira yang ingin disampaikan oleh Matius maupun Lukas ialah kelahiran Yesus sebagai Juru Selamat yang lama dinantikan. Injil Matius ditujukan kepada orang-orang Yahudi, sedangkan Injil Lukas ditujukan kepada segala bangsa, bukan hanya kepada orang-orang Yahudi.

    Kelahiran Yesus merupakan suatu penampakan diri Allah sendiri. Allah menggunakan manusia sendiri sebagai perantaraan-Nya, yaitu orang-orang majus (Mat) dan melalui gembala-gembala (Luk). Allah menggunakan bahasa komuni-kasi sesuai dengan cara berpikir masing-masing. Dengan bahasa modern dapat dikatakan, bahwa Allah berkomunikasi dengan manusia secara kontemporer, sesuai dengan zamannya, secara adaptatif agar dapat dipahami. Kepada gembala-gembala Tuhan berbicara lewat malaikat-malaikat dan balatentara surgawi. Tetapi kepada orang-orang majus, yang mahir dalam bahasa ilmu perbintangan (astrologi) sekaligus adalah ulama, Tuhan berbicara lewat isyarat bintang.

    Meskipun orang-orang yang menerima kabar gembira berbeda-beda, namun apa yang diwartakan oleh Matius maupun Lukas adalah sama, yaitu bahwa Allah datang kepada orang-orang yang mencari Dia! Ketika mendengar berita tentang
kelahiran  Yesus  itu, penduduk Yerusalem dan Herodes keheranan dan sangat terkejut. Mereka tidak menginsyafi apa yang sebenarnya terjadi. Hanya gembala-gembala dan orang-orang majuslah yang dapat mengenal Allah, yang memang menampakan diri.

Apa pesan Injil Matius dan Lukas kepada kita sekiarang ini?
    Orang-orang majus termasuk golongan “orang-orang besar”, “orang-orang gede”, golongan tokoh-tokoh VIP bahkan VVIP! Sedangkan gembala-gembala adalah orang-orang yang paling biasa, “orang-orang kecil”, orang-orang pinggiran, yang tidak mempunyai kedudukan luarbiasa. Ternyata Tuhan tidak membedakan keadaan lahiriah  yang serba tampak dari setiap orang. Ia lebih menampakkan diri kepada  hati setiap orang yang murni hatinya tanpa perbedaan. Ternyata keadaan batin, rohani, suara hati setiap orang, - itulah yang mampu  mengenal Allah, apabila Ia mau menampakkan diri-Nya.

    Kita semua diajak memeriksa diri kita masing-masing. Siapakah aku ini sebenarnya? Apakah aku ini, baik secara sadar maupun tidak sadar, menampilkan diriku kepada Tuhan sebagai ‘orang penting’, ‘orang gede’, ‘orang elite’? Ataukah sebaliknya,  aku tampil dan menghadap Tuhan sebagai ‘orang kecil’, sebagai ‘orang biasa’? Apakah aku harus tampil sebagai orang penting dalam menghadap Allah, yang menampakkan diri kepadaku? Sanggupkah aku menjadi dan dianggap sebagai desa Betlehem, tempat begitu sederhana dan kurang dikenal, tetapi dipilih sebagai tempat kelahiran Yesus Raja Agung, Juru Selamatku? Beranikah aku menjadi Betlehem baru, di mana Yesus dapat sungguh dilahirkan kembali?

    Kenyataan yang ada ialah, bahwa Allah yang menampakkan diri dalam diri Yesus bukan dilahirkan di istana Herodes, melainkan di kandang hewan di Bet-lehem. Setiap orang di hadapan Tuhan harus mau menjadi ‘orang kecil’, bukan sebagai ‘orang besar’. Siapapun yang menganggap dirinya besar di hadapan Allah, tidak akan pernah mengenal Yesus Kristus Juru Selamatnya.

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/