Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

 

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

HARI RAYA TUBUH DAN DARAH KRISTUS/C/2016

Kej 14:18-20 1 Kor 11:23-26 Luk 9:11b-17


PENGANTAR
     Hari ini kita merayakan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus. Keempat Injil dalam Perjanjian Baru: Markus, Matius, Lukas dan Johannes, semuanya berceritera tentang Yesus yang memberi roti dan ikan kepada orang banyak. Untuk merayakan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus, Gereja mengajak kita mendengarkan pesan Injil Lukas dalam hubungannya dengan makna Ekaristi, yang merupakan Tubuh dan Darah Kristus.

HOMILI
     Dalam Injil menurut Lukas 9:1-6 Yesus mengutus murid-murid-Nya untuk mewartakan kabar gembira . Ternyata tugas mewartakan kabar gembira atau Injil bukan hanya berupa pewartaan dengan kata-kata saja atau dengan pengajaran, ibaratnya secara teoretis, melainkan sekaligus juga secara praktis, yakni dengan teladan pelaksanaan atau perbuatan. Murid-murid-murid Yesus telah melaksanakan tugas mereka. Banyak orang setelah mendengar tentang kehadiran Yesus, yang mereka wartakan, datang mencari dan mengikuti Yesus sampai menjelang malam hari. Maka murid-murid-Nya mohon Yesus berkata kepada orang banyak itu supaya pergi mencari penginapan dan makanan. Tetapi Yesus menjawab: "Kamu harus memberi mereka makan!" (Yoh 9:13).

     Ternyata pewartaan kabar gembira atau Injil, yang disebut "evangelisasi", bukan hanya dilaksanakan dengan kata-kata saja, melainkan juga dengan perbuatan. Murid-murid Yesus karena hari mulai malam ingin supaya mereka pergi pulang, dan mencari makan sendiri. Ternyata Yesus melarang pandangan dan sikap murid-murid-Nya. Terutama agar murid-murid-Nya jangan mementingkan diri sendiri saja. Yesus justru menghendaki agar murid-muird-Nya mau berbagi apapun yang mereka miliki, betapa besar atau kecil pun, yang mereka miliki, kepada orang lain, khususnya kepada mereka yang mengikuti Yesus.

     Sepintas lalu jawaban murid-murid Yesus kepada-Nya masuk akal: "Yang ada pada kami tidak lebih dari lima roti dan dua ikan". Meskipun demikian Yesus minta agar apa yang ada, walaupun sedikit supaya dibagikan. Yesus menghendaki akan murid-muird-Nya saling berbagi. Bukan hanya berbagi dalam hal materiil, tetapi juga berbagi kemurahan hati, rasa belas kasihan, seperti dilaksanakan oleh Yesus sendiri. Bukan hanya berbagi barang materiil, besar atau kecil, banyak ataupun sedikit, melainkan juga bahkan terutama berbagi kemurahan hati. Rasa belas kasih murid-murid sejati Yesus harus dibagikan dan diperluas mengatasi batas-batas kepentingan diri sendiri.

     Di sinilah Lukas ingin meneruskan pesan Yesus kepada kita murid-murid-Nya, bahwa bukan kuantitas benda atau barang apapun yang kita berikan, melainkan kualitas kemurahan atau kerelaan hati yang berbelas kasih, - itulah pesan Yesus lewat Injil Lukas kepada kita.

     Apakah hubungannya antara Injil Lukas itu dan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus, yang kita rayakan hari ini? Dalam Injil Lukas pada hari ini Yesus menegaskan, bahwa setiap orang tidak berada dan hidup sendirian. Tidak seorang pun boleh bersikp acuh tak acuh atau tak peduli terhadap sesamanya, walaupun ada perbedaan kemampuan setiap orang. Orang kaya atau miskin, orang sebagai pembesar atau bawahan, tidak dibenarkan bersikap tak peduli atau tidak ambil pusing terhadap keadaan sesama, meskipun setiap orang menurut kemampuan dan kondisinya masing-masing. Sebab tiada orang dapat berbuat melampaui kemampuannya.

     Demikianlah dalam Injil Lukas itu Yesus menyadarkan rasa tanggung jawab murid-murid-Nya. Mereka berpendapat bahwa orang banyak yang mengikuti Yesus harus memikirkan dan mengurus sendiri makanan mereka. Murid-murid Yesus tak mau memikirkan hal itu. Maka Yesus memberi perintah melakukan apa yang bisa mereka lakukan, meskipun sangat terbatas, tetapi kekurangannya Yesus sendirilah yang melengkapinya, bahkan sampai berlebih-lebihan.

     Kerahiman Allah yang dilimpahkan kepada kita dalam diri Yesus Kristus, bukan hanya dalam bentuk pemberian makanan jasmani-duniawi, tetapi juga dan terutama santapan rohani-surgawi, yaitu dalam Ekaristi. Yesus memberikan santapan surgawi kepada kita dengan memberikan diri-Nya, dalam Tubuh dan Darah-Nya.

     Semoga kita semua, yang diperkuat dengan kasih Yesus, yang memberikan diri-Nya dalam Tubuh dan Darah-Nya dalam Ekaristi, selalu ingat akan perintah Yesus kepada murid-murid-Nya: "Kamu harus memberi mereka makan!". Apabila kita bersama merayakan Ekaristi, artinya menerima bersama-sama Tubuh dan Darah Kristus yang sama, namun sekaligus kita tidak peduli satu sama lain, saling bertentangan atau tidak sanggup saling menolong, maka kita sungguh menentang Injil Yesus yang disampaikan kepada kita hari ini. Mari kita selalu ingat akan kata-kata Paus Emeritus Benediktus XVI: Ekaristi adalah sakramen cinta kasih.

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

 

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/