Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

 

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

HARI RAYA PENTAKOSTA C/2016

Kis 2:1-11 1 Kor 12:3b-7.12-13 /Rom 8:8-17 Yoh 14:15-16.23b-26


PENGANTAR
     Empat puluh hari sesudah Paskah, Hari Raya Kebangkitan Yesus, kita merayakan Hari Raya Yesus naik ke surga. Hari ini, limapuluh hari sesudah Paskah kita merayakan Pentakosta, Hari Raya kedatangan Roh Kudus. Dalam Kisah Rasul peristiwa kedatangan Roh Kudus itu diceriterakan bagaikan suatu tiupan keras dari langit, dan tampaklah bagaikan lidah-lidah api yang hinggap di atas murid-murid Yesus itu. Sesudah kembali kepada Bapa-Nya Yesus menetapi janji-Nya untuk mengirimkan seorang Penolong bagi murid-murid-Nya, yakni Roh Kudus.

HOMILI
     Ternyata Yesus mengirimkan Roh Kudus bukan hanya kepada murid-murid-Nya, yang berkumpul menentikan-Nya bersama Bunda Maria di suatu ruang, melainkan juga kepada aneka suku dan bangsa dari negara-negara lain, yang mengalami peristiwa itu di Yerusalem. Semua dan setiap orang dapat saling mendengar dan memahami satu sama lain menurut bahasa masing-masing. Ternyata pewartaan Kabar Gembira Yesus Kristus ditujukan kepada semua bangsa tanpa perbedaan. Injil Kristus adalah universal.

     Ada tiga pesan dalam Kitab Suci yang hari ini disampaikan kepada kita pada saat merayakan Hari Raya Pentakosta ini.

     1. Pertama: Yesus naik ke surga tidak berarti Ia meninggalkan murid-murid-Nya. Ia pergi justru untuk memenuhi janji-Nya. Ia memang pergi namun tetap hadir dengan perubahan cara atau bentuk kehadiran-Nya di tengah umat-Nya di seluruh dunia ini. Semula secara badaniah, jasmani dan tampak, dan hanya dikenal di Palestina. Tetapi sekarang hadir secara rohani, spiritual, nyata walaupun tak tampak. Justru sebagai dalam Roh, Kristus tidak lagi terikat atau terbatas kehadiran-Nya di suatu tempat, atau hanya pada salah seseorang belaka, melainkan secara tak terbatas, kapan dan di manapun juga. Dan dengan cara inilah Yesus Kristus dalam Roh-Nya dapat melaksanakan karya penyelamatan-Nya secara universal, kepada siapapun secara tidak terbatas dan sungguh secara "katolik", yang tidak terbatas. Setiap orang disapa oleh-Nya atau oleh pengikut-Nya sesuai dengan "bahasa suku dan bangsa-nya" untuk menerima tawaran-Nya untuk diselamatkan.

     2. Kedua: Paulus menegaskan dalam suratnya yang pertama kepada umat di Korintus, bahwa karunia Allah adalah rupa-rupa, tetapi hanya ada satu Roh. Kristus oleh Paulus diumpamakan sebagai satu tubuh, tetapi banyak anggotanya. Demikian pula Gereja merupakan satu tubuh, tetapi banyak anggotanya. Dan kepada umat di Roma, Paulus menerangkan, bahwa kehidupan rohani kristiani yang otentik hanyalah mungkin apabila diukur dan dihayati menurut Roh, bukan menurut daging. Hidup menurut daging berarti hidup hanya mengikuti nafsu, keinginan sementara, dan hanya memperhatikan kepentingan diri melulu. Apa yang dicapai tidak lebih daripada kepuasan diri selama hidupnya sekarang, yang hanya sementara ini. Paulus mengajak kita hidup juga menurut Roh. Roh inilah yang memberi kekuatan, vitalitas, guna menjaga dan memperkuat diri bukan hanya sebagai manusia daging biasa, melainkan sebagai manusia rohani/batin yang akan hidup selamanya. Dengan diperkuat dengan Roh, manusia tidak akan mudah menjadi hamba bahkan menjadi budak kenginan atau nafsu duniawi belaka.

     3. Ketiga: Merayakan Hari Raya Pentakosta dengan benar dan sungguh-sungguh berarti bersedia dan bertekad untuk hidup, bersikap dan bertindak seperti para rasul. Mereka adalah orang-orang biasa, sederhana, bukan orang-orang terdidik dan terpelajar, bukan orang-orang berkedudukan tinggi. Tetapi berkat kekuatan Roh Kuduslah mereka berani meneruskan dan melaksa-nakan tugas pewartaan Yesus Kristus Penyelamat kepada semua orang sampai ke ujung bumi. Dengan kekuatan Roh Kudus, setiap orang yang sungguh percaya dan mengasihi Yesus Kristus, harus mau dan bersedia merasul. Masing-masing menurut "bahasa pribadi dan hidupnya sendiri". "Kita semua mendengar mereka berbicara dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan oleh Allah" (Kis 2:11).

     Peristiwa Pentakosta 20 abad yang lalu oleh Tuhan di Yerusalem, di zaman kita sekarang ini harus diaktualisasikan lagi. Dalam konteks keadaan negara dan masyarakat kita sekarang ini, Roh Kristus mau mendorong kita, sebagai Gereja untuk aktif mengambil bagian dalam memperkenalkan ajaran, hidup, sikap dan perbuatan Yesus Kristus sebagai Penyelamat kepada semua orang. Kita masing-masing sesuai dengan bahasa hidup kita. Bukan hanya puas dengan menjadi orang kristen bagi diri sendiri saja, tetapi sekaligus meneruskan keyakinan iman kita itu kepada siapapun lainnya, yaitu lewat perilaku, perbuatan dan bahasa hidup kita masing-masing, namun yang dijiwai oleh Roh yang satu dan sama, yaitu Roh Kudus.

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

 

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/